Hanya Olahraga 10 Menit Mampu Meninkangkan Daya Ingat
Hanya Olahraga 10 Menit Mampu Meninkangkan Daya Ingat
http://kursusinggrispare.com/ // Seiring bertambahnya usia, daya
ingat seseorang akan mengalami penurunan. Hanya dengan rutin berolahrga selama
10 menit sehari, sudah cukup ampuh untuk meningkatkan memori serta konektivitas
otak, dilansir dari The Guardian. Para peneliti dari
Universitas California yang mempelajari tentang aktivitas otak menemukan bahwa
konektivitas antar bagian otak yang bertanggungjawab atas pembentukan memori
meningkat setelah berolahraga ringan selama 10 menit. Olahraga ringan itu bisa
berupa jalan santai, yoga hingga tai chi.
Baca juga info : kursus bahasa inggris di al azhar pare
Ada banyak alasan bagus untuk aktif secara fisik. Yang
besar termasuk mengurangi kemungkinan mengembangkan penyakit jantung, stroke,
dan diabetes. Mungkin
Anda ingin menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, mencegah depresi,
atau hanya terlihat lebih baik. Ini
satu lagi, yang terutama berlaku bagi kita (termasuk saya) yang mengalami kabut
otak yang datang seiring dengan usia: olahraga mengubah otak dengan cara yang
melindungi ingatan dan kemampuan berpikir.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of British Columbia, para peneliti menemukan bahwa latihan aerobik teratur, jenis yang membuat jantung dan kelenjar keringat Anda memompa, tampaknya meningkatkan ukuran hippocampus, area otak yang terlibat dalam memori verbal dan pembelajaran. Latihan ketahanan, keseimbangan dan latihan toning otot tidak memiliki hasil yang sama.
Temuan itu datang pada saat yang kritis. Para peneliti mengatakan satu kasus baru demensia dideteksi setiap empat detik secara global. Mereka memperkirakan bahwa pada tahun 2050, lebih dari 115 juta orang akan menderita demensia di seluruh dunia.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of British Columbia, para peneliti menemukan bahwa latihan aerobik teratur, jenis yang membuat jantung dan kelenjar keringat Anda memompa, tampaknya meningkatkan ukuran hippocampus, area otak yang terlibat dalam memori verbal dan pembelajaran. Latihan ketahanan, keseimbangan dan latihan toning otot tidak memiliki hasil yang sama.
Temuan itu datang pada saat yang kritis. Para peneliti mengatakan satu kasus baru demensia dideteksi setiap empat detik secara global. Mereka memperkirakan bahwa pada tahun 2050, lebih dari 115 juta orang akan menderita demensia di seluruh dunia.
Temuan tersebut di dapatkan dari
hasil pengamatan yang dilakukan terhadap 36 relawan yang di awal usia 20an
tahun rajin melakukan 10 menit olahraga ringan. Kondisi memori mereka lalu
dibandingkan dengan relawan yang tidak pernah melakukan olahraga.
Baca juga info : info kursus bahasa inggris mudah
Latihan membantu ingatan dan memikirkan baik cara langsung maupun tidak
langsung. Manfaat
olahraga datang langsung dari kemampuannya untuk mengurangi resistensi insulin,
mengurangi peradangan, dan menstimulasi pelepasan faktor pertumbuhan - bahan
kimia di otak yang mempengaruhi kesehatan sel otak, pertumbuhan pembuluh darah
baru di otak, dan bahkan kelimpahan dan
kelangsungan hidup sel-sel otak baru.
Secara tidak langsung, olahraga meningkatkan suasana hati dan tidur, serta mengurangi stres dan kecemasan. Masalah di bidang ini sering menyebabkan atau berkontribusi pada gangguan kognitif.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa bagian otak yang mengendalikan pikiran dan ingatan (korteks prefrontal dan korteks sementara medial) memiliki volume lebih besar pada orang yang berolahraga dibandingkan orang yang tidak. "Bahkan yang lebih menarik adalah temuan yang terlibat dalam program latihan rutin dengan intensitas sedang selama enam bulan atau setahun dikaitkan dengan peningkatan volume wilayah otak yang dipilih," kata Dr. Scott McGinnis, ahli saraf di Brigham and Women's. Rumah Sakit dan instruktur di bidang neurologi di Harvard Medical School.
Secara tidak langsung, olahraga meningkatkan suasana hati dan tidur, serta mengurangi stres dan kecemasan. Masalah di bidang ini sering menyebabkan atau berkontribusi pada gangguan kognitif.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa bagian otak yang mengendalikan pikiran dan ingatan (korteks prefrontal dan korteks sementara medial) memiliki volume lebih besar pada orang yang berolahraga dibandingkan orang yang tidak. "Bahkan yang lebih menarik adalah temuan yang terlibat dalam program latihan rutin dengan intensitas sedang selama enam bulan atau setahun dikaitkan dengan peningkatan volume wilayah otak yang dipilih," kata Dr. Scott McGinnis, ahli saraf di Brigham and Women's. Rumah Sakit dan instruktur di bidang neurologi di Harvard Medical School.
Baca juga info : kursus bahasa inggris di pare
Pada otak relawan yang rajin
berolahraga, peneliti menemukan adanya peningkatan komunikasi antara
hippocampus, bagian terpenting dalam penyimpanan memori, dengan area otak
kortikal yang berperan dalam proses mengumpulkan ingatan. Menurut ahli saraf
Michael Yassa, mereka yang rutin olahraga ringan memiliki kemampuan membedakan
memori dengan baik.
"Namun, intensitas dan
frekuensi olahraga tetap bergantung pada faktor lain seperti usia, tingkat
mobilitas hingga gaya hidup," ujar Yassa.
Selain itu, para peneliti melihat
suasana hati juga menjadi faktor penting untuk bisa mendapatkan manfaat
olahraga ini untuk otak. Yassa menganjurkan sebaiknya pilih olahraga yang dapat
membuat suasana hati menjadi lebih baik karena suasana hati juga akan berdampak
terhadap peningkatan memori.

Comments
Post a Comment