Hindari Beberapa Terapi Chiropratic Karena Berbahaya Bagi Penglihatan
Hindari Beberapa Terapi Chiropratic Karena Berbahaya Bagi Penglihatan
http://kursusinggrispare.com/ // Terapi Chiropractic menggunakan manipulasi tulang belakang tangan
dan perawatan alternatif lainnya, teori bahwa perataan struktur muskuloskeletal
tubuh yang tepat, khususnya tulang belakang, akan memungkinkan tubuh untuk
menyembuhkan dirinya sendiri tanpa operasi atau pengobatan. Manipulasi
digunakan untuk mengembalikan mobilitas ke sendi yang dibatasi oleh cedera
jaringan yang disebabkan oleh peristiwa traumatis, seperti jatuh, atau stres
berulang, seperti duduk tanpa dukungan punggung yang tepat. Terapi Chiropractic terutama digunakan sebagai alternatif pereda rasa sakit untuk
otot, sendi, tulang, dan jaringan ikat, seperti tulang rawan, ligamen, dan
tendon. Kadang-kadang digunakan bersamaan dengan perawatan medis konvensional. Inisial "DC" mengidentifikasi seorang chiropractor, yang
pendidikannya biasanya mencakup gelar sarjana ditambah empat tahun perguruan
tinggi chiropraktik.
Baca juga info : info biaya kursus bahasa inggris
Manipulasi tulang belakang dan perawatan kiropraktik
umumnya dianggap sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk nyeri punggung
bawah akut, jenis cedera tiba-tiba yang diakibatkan dari memindahkan perabotan
atau ditangani. Nyeri punggung akut, yang lebih umum daripada nyeri kronis,
berlangsung tidak lebih dari enam minggu dan biasanya membaik dengan
sendirinya.
Baca juga info : kursus bahasa inggris di al azhar pare
Penelitian juga menunjukkan chiropractic sangat membantu dalam mengobati sakit
leher dan sakit kepala. Selain itu, osteoarthritis dan fibromyalgia dapat
merespon tekanan moderat yang digunakan baik oleh chiropractor dan praktisi
pijat jaringan dalam.
Meski
mendapat sambutan yang cukup baik, terapi chiropractic ternyata memiliki efek
samping yang dapat menganggu penglihatan.
Baca juga info : info kursus bahasa inggris mudah
Hal
ini diungkapkan dalam Journal of Ophtalmology Case Reports.
Jurnal tersebut mengungkapkan satu kasus di mana perempuan berusia 59 tahun
gangguan penglihatan setelah menjalani terapi chiropractic di area tulang
belakang leher untuk menghilangkan keluhan pusing.
Perempuan
tersebut mendapati ada spot berbentuk seperti kecebong yang menutupi lapang
pandangnya. Beberapa hari setelahnya, masalah penglihatan yang dialami
perempuan tersebut semakin bertambah buruk.
Baca juga info : kursus bahasa inggris di pare
Spesialis
retina dari University of Michigan Kellogg Eye Center Dr Yannis Paulus dan optometrist
Dr Nicolas Belil berkesempatan untuk menangani perempuan tersebut. Paulus dan
Belil mengatakan manipulasi kuat yang diterima perempuan tersebut menyebabkan
pembuluh darah di retina perempuan tersebut rusak.
Baik
Paulus maupun Belil mengatakan rusaknya pembuluh darah di retina akibat terapi
chiropractic sangat jarang. Namun jika ini terjadi, pendarahan di dalam retina
dapat menyebabkan gangguan penglihatan.
Beruntungnya,
perempuan yang tak diketahui namanya tersebut bisa kembali mendapatkan
penglihatan yang normal dalam waktu dua bulan. Paulus dan Belil menilai gerakan
manipulasi high
velocity di area leher seperti yang diterima pasien perempuan
tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap mata.
Para
spesialis juga menemukan bahwa terapi chiropractic dapat menghadirkan risiko
yang serius terhadap kesehatan kardiovaskular. Alasannya, terapi ini mungkin
saja dapat merusak pembuluh darah yang penting.
Paulus
menambahkan, manipulasi kuat di area tulang-tulang leher dapat menyebabkan
dinding arteri robek dan memicu terjadinya pendarahan. Jika bekuan darah
terbentuk pada area robekan tersebut dan kemudian copot, bekuan darah tersebut
bisa saja menyumbat pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.
Comments
Post a Comment